Dalam menjalankan bisnis, harga sering menjadi salah satu hal pertama yang diperhatikan pelanggan. Tidak sedikit pelaku usaha yang akhirnya memilih memberikan diskon besar atau menurunkan harga agar produknya lebih cepat terjual. Padahal, banting harga bukan satu-satunya cara untuk menarik pelanggan.
Jika terlalu sering memberikan harga murah, bisnis justru bisa kesulitan mendapatkan keuntungan yang sehat. Pelanggan juga dapat terbiasa menunggu diskon sebelum melakukan pembelian.
Karena itu, penting bagi pelaku usaha memahami cara membuat penawaran produk yang menarik tanpa harus selalu menurunkan harga. Penawaran yang baik bukan hanya tentang angka yang lebih murah, tetapi tentang bagaimana pelanggan melihat bahwa produk yang ditawarkan memang memberikan manfaat dan layak dibeli.
Kenapa Penawaran Produk Itu Penting?
Produk yang bagus belum tentu langsung dibeli. Pelanggan membutuhkan alasan untuk mengambil keputusan.
Misalnya, ada dua toko yang menjual produk serupa dengan harga yang hampir sama. Toko pertama hanya menampilkan foto produk dan harga. Sementara toko kedua menjelaskan manfaat produk, memberikan informasi yang jelas, menawarkan bonus sederhana, dan menjelaskan siapa yang cocok menggunakan produk tersebut.
Kemungkinan besar, toko kedua akan terasa lebih menarik.
Inilah pentingnya penawaran. Penawaran membantu pelanggan memahami apa yang mereka dapatkan dan mengapa mereka perlu mempertimbangkan produk tersebut.
1. Fokus pada Manfaat, Bukan Hanya Fitur
Kesalahan yang cukup sering dilakukan dalam berjualan adalah terlalu fokus menjelaskan fitur produk.
Contohnya, daripada hanya mengatakan bahwa sebuah produk memiliki bahan tertentu, ukuran tertentu, atau memiliki beberapa pilihan warna, jelaskan juga manfaat yang dirasakan pelanggan.
Pelanggan biasanya tidak hanya membeli produk. Mereka membeli solusi atau manfaat yang diberikan produk tersebut.
Coba ubah cara komunikasi dari:
“Produk tersedia dalam lima pilihan warna.”
Menjadi:
“Pilih warna yang paling sesuai dengan gaya kamu agar produk lebih mudah dipadukan untuk berbagai aktivitas.”
Informasi fitur tetap penting, tetapi manfaat membuat penawaran terasa lebih relevan.
2. Kenali Masalah yang Ingin Diselesaikan Pelanggan
Penawaran yang menarik biasanya berangkat dari kebutuhan pelanggan.
Sebelum membuat promosi, coba tanyakan:
- Apa masalah pelanggan?
- Apa yang mereka butuhkan?
- Apa yang membuat mereka ragu membeli?
- Apa alasan mereka membutuhkan produk ini?
- Apa yang membuat produk kita berbeda?
Misalnya, jika target pasar adalah orang yang baru ingin memulai bisnis, jangan hanya menawarkan produk. Kamu bisa mengemasnya sebagai solusi untuk membantu mereka memulai usaha dengan lebih sederhana.
Dengan memahami masalah pelanggan, komunikasi penjualan menjadi lebih tepat sasaran.
3. Tambahkan Bonus yang Relevan
Penawaran menarik tidak selalu berarti memberikan potongan harga.
Kamu bisa memberikan bonus yang masih berhubungan dengan produk. Bonus tersebut tidak harus mahal. Yang terpenting adalah pelanggan merasa mendapatkan nilai tambahan.
Contohnya:
- Panduan penggunaan.
- Ebook sederhana.
- Template.
- Konsultasi singkat.
- Bonus produk tertentu.
- Akses komunitas.
- Tutorial penggunaan produk.
Jika bonus tersebut memang berguna, pelanggan dapat melihat bahwa mereka mendapatkan lebih banyak manfaat tanpa bisnis harus menurunkan harga utama.
4. Buat Paket Produk
Salah satu cara membuat penawaran produk lebih menarik adalah membuat paket.
Misalnya, daripada menjual tiga produk secara terpisah, kamu bisa membuat paket yang terdiri dari beberapa produk yang saling melengkapi.
Paket dapat membantu pelanggan karena mereka tidak perlu memilih semuanya satu per satu. Dari sisi bisnis, paket juga dapat meningkatkan nilai transaksi.
Namun, pastikan paket yang dibuat memang masuk akal. Jangan menggabungkan produk yang sebenarnya tidak berhubungan hanya karena ingin meningkatkan jumlah penjualan.
5. Gunakan Batas Waktu Secara Wajar
Rasa urgensi dapat membantu pelanggan mengambil keputusan. Namun, penggunaannya harus jujur dan tidak berlebihan.
Contohnya:
“Bonus berlaku sampai Minggu.”
atau
“Pendaftaran batch berikutnya ditutup pada tanggal tertentu.”
Batas waktu yang jelas memberikan informasi kepada pelanggan bahwa mereka memiliki periode tertentu untuk mendapatkan penawaran.
Hindari membuat promo palsu seperti mengatakan “hari terakhir” setiap hari. Strategi seperti ini justru dapat mengurangi kepercayaan pelanggan.
6. Gunakan Testimoni untuk Memperkuat Penawaran
Pelanggan baru biasanya memiliki keraguan. Mereka mungkin bertanya apakah produk benar-benar bagus, apakah sesuai dengan deskripsi, atau apakah penjualnya dapat dipercaya.
Testimoni dapat membantu menjawab keraguan tersebut.
Jika sudah memiliki pelanggan, mintalah feedback secara sopan. Testimoni dapat berupa pengalaman menggunakan produk, manfaat yang dirasakan, atau alasan pelanggan memilih produk tersebut.
Pastikan testimoni yang digunakan memang berasal dari pengalaman nyata.
Selain testimoni, kamu juga dapat menampilkan proses kerja, cara pengemasan, aktivitas bisnis, atau edukasi produk. Semakin banyak bukti yang relevan, semakin mudah pelanggan memahami bisnis.
7. Komunikasikan Penawaran dengan Bahasa yang Sederhana
Penawaran yang bagus bisa kehilangan daya tarik jika disampaikan terlalu rumit.
Gunakan bahasa yang mudah dipahami. Jelaskan:
- Produk apa yang ditawarkan.
- Siapa yang cocok menggunakan produk tersebut.
- Apa manfaat utamanya.
- Apa yang didapatkan pelanggan.
- Bagaimana cara mendapatkannya.
Jangan membuat pelanggan harus mencari-cari informasi penting.
Misalnya:
“Paket ini cocok untuk kamu yang baru ingin mulai berjualan dari rumah. Kamu mendapatkan beberapa produk siap jual sekaligus panduan dasar untuk memulai pemasaran.”
Komunikasi seperti ini lebih mudah dipahami dibandingkan penjelasan yang terlalu panjang dan penuh istilah.
Jangan Jadikan Diskon sebagai Satu-satunya Strategi
Diskon memang bisa menjadi bagian dari strategi pemasaran. Namun, bisnis sebaiknya tidak bergantung sepenuhnya pada diskon.
Jika pelanggan hanya datang ketika ada harga murah, bisnis akan kesulitan membangun hubungan jangka panjang.
Yang perlu dibangun adalah persepsi bahwa produk memiliki nilai. Pelanggan harus memahami mengapa produk tersebut layak dibeli, bukan hanya karena harganya sedang turun.
Karena itu, sebelum memberikan diskon, coba perbaiki terlebih dahulu cara kamu menyampaikan manfaat, membuat paket, memberikan bonus, menampilkan testimoni, dan membangun kepercayaan.
Evaluasi Penawaran yang Sudah Dibuat
Tidak semua penawaran akan langsung berhasil. Karena itu, evaluasi menjadi bagian penting.
Perhatikan:
- Berapa banyak orang yang melihat penawaran?
- Berapa banyak yang bertanya?
- Berapa banyak yang membeli?
- Produk atau paket mana yang paling diminati?
- Pertanyaan apa yang paling sering diberikan pelanggan?
- Apa alasan pelanggan tidak jadi membeli?
Data sederhana tersebut dapat menjadi bahan untuk memperbaiki penawaran berikutnya.
Jika banyak orang bertanya tetapi sedikit yang membeli, mungkin ada informasi yang belum jelas atau pelanggan masih memiliki keraguan tertentu.
Saatnya Membangun Bisnis dengan Penawaran yang Lebih Cerdas
Menarik pelanggan tidak selalu harus dilakukan dengan menurunkan harga. Justru, bisnis yang sehat perlu belajar menciptakan nilai yang membuat pelanggan merasa mendapatkan manfaat dari pembelian mereka.
Mulai dari memahami kebutuhan pelanggan, menjelaskan manfaat produk, memberikan bonus yang relevan, membuat paket, menggunakan testimoni, hingga menyampaikan penawaran dengan bahasa yang sederhana.
Bagi kamu yang ingin mulai membangun usaha tetapi masih bingung harus mulai dari mana, Gudang Peluang dapat menjadi salah satu tempat untuk belajar dan mengenal peluang bisnis.
Kamu bisa mendaftar di Gudang Peluang secara gratis, kemudian mengikuti berbagai kegiatan dan pembelajaran yang tersedia untuk membantu mendapatkan wawasan seputar bisnis. Untuk kamu yang sudah menjadi member, jangan hanya menjadi anggota pasif. Manfaatkan kesempatan untuk aktif mengikuti seluruh kegiatan Gudang Peluang agar semakin banyak hal yang bisa dipelajari dan dipraktikkan.
Kesimpulan
Penawaran produk yang menarik bukan berarti harus selalu murah. Pelanggan perlu melihat manfaat, solusi, kemudahan, dan alasan mengapa sebuah produk layak dipilih.
Dengan membuat penawaran yang lebih relevan dan memberikan nilai tambahan, bisnis dapat menarik pelanggan tanpa harus terus-menerus melakukan perang harga.
Pada akhirnya, tujuan bisnis bukan hanya mendapatkan transaksi sebanyak mungkin, tetapi membangun penawaran yang membuat pelanggan merasa yakin, puas, dan ingin kembali.
