Bisnis Jalan, Tapi Arahnya Tidak Jelas
Ada bisnis yang sudah berjalan berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun, tetapi ketika ditanya:
“Target bisnis kamu tahun ini apa?”
Pemiliknya bingung.
Mungkin jawabannya hanya:
“Yang penting penjualannya naik.”
Jawaban tersebut tidak salah, tetapi masih terlalu umum.
Naik berapa?
Dari berapa menjadi berapa?
Dalam waktu berapa lama?
Bagaimana cara mencapainya?
Tanpa target yang jelas, bisnis bisa berjalan setiap hari tetapi sulit mengetahui apakah sebenarnya sedang berkembang atau hanya mengulang aktivitas yang sama.
Karena itu, memahami cara menentukan target bisnis penting bagi pemilik usaha, termasuk pemula.
Target Bukan Hanya Angka Penjualan
Ketika membicarakan target, banyak orang langsung berpikir tentang omzet.
Padahal target bisnis dapat mencakup banyak hal.
Misalnya:
- target penjualan;
- target jumlah pelanggan;
- target produk;
- target pemasaran;
- target aktivitas;
- target pengembangan kemampuan;
- target efisiensi operasional.
Dengan target yang lebih beragam, pemilik bisnis dapat melihat perkembangan dari berbagai sisi.
Mulai dengan Menentukan Kondisi Saat Ini
Sebelum menentukan target, ketahui posisi bisnis sekarang.
Misalnya rata-rata penjualan saat ini Rp5 juta per bulan.
Jangan langsung menentukan target Rp50 juta tanpa melihat kemampuan bisnis.
Periksa juga:
- jumlah pelanggan;
- jumlah transaksi;
- produk yang paling banyak terjual;
- biaya;
- keuntungan;
- kapasitas produksi;
- waktu yang tersedia;
- kemampuan operasional.
Data tersebut menjadi titik awal.
Buat Target yang Realistis
Target yang terlalu mudah mungkin tidak memberikan tantangan.
Sebaliknya, target yang terlalu tinggi bisa membuat pemilik bisnis merasa gagal bahkan sebelum mencoba.
Target yang baik sebaiknya menantang tetapi masih masuk akal.
Misalnya bisnis rata-rata menghasilkan Rp5 juta per bulan.
Target berikutnya bisa dibuat menjadi Rp6–7 juta terlebih dahulu, kemudian dievaluasi.
Bukan berarti angka tersebut pasti cocok untuk semua bisnis.
Intinya adalah target harus disesuaikan dengan kondisi nyata.
Gunakan Target yang Spesifik
Target “ingin bisnis lebih sukses” sulit diukur.
Bandingkan dengan:
“Menambah 20 pelanggan baru dalam tiga bulan.”
Target kedua lebih jelas.
Kita dapat mengetahui apakah target tercapai atau belum.
Target yang spesifik juga membuat langkah selanjutnya lebih mudah direncanakan.
Jangan Hanya Menentukan Target Hasil
Target hasil memang penting.
Namun, pemilik bisnis juga perlu menentukan target aktivitas.
Misalnya target penjualan bulan depan adalah Rp7 juta.
Aktivitas yang mendukung target tersebut mungkin:
- membuat 3 konten edukasi per minggu;
- melakukan evaluasi produk setiap minggu;
- menghubungi calon pelanggan secara teratur;
- memperbaiki halaman produk;
- mengikuti kegiatan bisnis;
- melakukan evaluasi penjualan setiap akhir minggu.
Dengan begitu, target tidak hanya menjadi angka, tetapi diterjemahkan menjadi tindakan.
Pecah Target Besar Menjadi Target Kecil
Target satu tahun bisa terasa berat jika dilihat sekaligus.
Karena itu, pecah menjadi target bulanan atau mingguan.
Misalnya target tahunan adalah mendapatkan 120 pelanggan baru.
Angka tersebut dapat diterjemahkan menjadi rata-rata 10 pelanggan baru per bulan.
Kemudian pemilik bisnis dapat mengevaluasi setiap bulan.
Cara ini membuat target terasa lebih konkret.
Gunakan Data, Bukan Hanya Perasaan
Misalnya pemilik merasa produk A adalah produk paling laku.
Setelah melihat data, ternyata produk B justru menghasilkan keuntungan lebih besar.
Jika keputusan hanya berdasarkan perasaan, informasi tersebut mungkin tidak terlihat.
Karena itu, gunakan data sederhana.
Catat:
- penjualan;
- jumlah transaksi;
- pelanggan baru;
- pelanggan yang kembali membeli;
- biaya;
- keuntungan.
Tidak harus menggunakan sistem yang rumit.
Yang penting datanya dicatat dan digunakan.
Target Harus Bisa Dievaluasi
Target bukan janji yang harus dipertahankan meskipun kondisi berubah.
Jika ternyata target terlalu tinggi karena ada perubahan kondisi, evaluasi.
Jika target terlalu mudah, naikkan.
Jika target tidak tercapai, jangan langsung menganggap bisnis gagal.
Tanyakan:
“Apa yang menyebabkan target tidak tercapai?”
Mungkin strategi tidak efektif.
Mungkin waktunya kurang.
Mungkin target awal memang tidak realistis.
Dari evaluasi tersebut, target berikutnya dapat dibuat lebih baik.
Hindari Terlalu Banyak Target
Memiliki terlalu banyak target juga dapat membuat fokus hilang.
Misalnya dalam satu bulan ingin:
- menaikkan omzet;
- menambah followers;
- menambah pelanggan;
- membuat website;
- meluncurkan produk baru;
- membuat 30 konten;
- membuka marketplace baru.
Semua terlihat bagus, tetapi jika sumber daya terbatas, semuanya mungkin sulit dilakukan.
Pilih beberapa prioritas.
Fokus pada hal yang paling berdampak bagi kondisi bisnis saat ini.
Jangan Bandingkan Target dengan Bisnis Orang Lain
Media sosial membuat bisnis lain terlihat sangat sukses.
Melihat orang lain mendapatkan omzet besar bisa membuat pemilik usaha merasa tertinggal.
Padahal kondisi setiap bisnis berbeda.
Modal berbeda. Waktu berbeda. Tim berbeda. Produk berbeda. Pengalaman berbeda.
Target bisnis sebaiknya dibuat berdasarkan kondisi dan kemampuan bisnis sendiri.
Yang perlu dibandingkan adalah:
bisnis Anda hari ini dengan bisnis Anda sebelumnya.
Target Juga Bisa Berupa Pengembangan Diri
Bisnis tidak hanya berkembang melalui penjualan.
Pemiliknya juga perlu berkembang.
Target dapat berupa:
- belajar dasar pemasaran;
- memahami pencatatan keuangan;
- meningkatkan kemampuan komunikasi;
- mempelajari digitalisasi;
- memahami pelanggan;
- belajar mengelola operasional.
Semakin berkembang kemampuan pemiliknya, semakin besar peluang bisnis untuk berkembang secara lebih terarah.
Jangan Berjalan Tanpa Lingkungan Belajar
Menentukan target dan mengevaluasi bisnis terkadang lebih mudah ketika ada lingkungan yang memungkinkan pemilik usaha untuk belajar dan bertukar pengalaman.
Gudang Peluang merupakan ekosistem bisnis dan pemberdayaan kewirausahaan yang mendukung masyarakat, calon pengusaha, reseller, dropshipper, dan UMKM untuk memulai, menjalankan, serta mengembangkan bisnis dari rumah. memcite
Jika Anda belum menjadi anggota, Anda dapat mendaftar Gudang Peluang secara gratis untuk mulai mengenal berbagai aktivitas dan peluang yang tersedia. Bagi anggota yang sudah bergabung, jangan hanya menjadi anggota secara pasif. Aktiflah mengikuti berbagai kegiatan dan pembelajaran agar proses pengembangan bisnis dapat berjalan lebih maksimal.
Buat Evaluasi Bulanan
Luangkan waktu setiap akhir bulan untuk menjawab beberapa pertanyaan:
- Apa target bulan ini?
- Apakah tercapai?
- Apa yang berhasil?
- Apa yang tidak berhasil?
- Apa penyebabnya?
- Apa yang harus diperbaiki?
- Apa target bulan berikutnya?
Tidak perlu membuat laporan yang rumit.
Yang penting dilakukan secara konsisten.
Kesimpulan
Target bisnis membantu pemilik usaha mengetahui ke mana bisnis sedang diarahkan.
Target tidak harus selalu besar. Yang penting spesifik, realistis, terukur, dan sesuai dengan kondisi bisnis.
Mulailah dengan mengetahui posisi saat ini, tentukan prioritas, pecah target besar menjadi target kecil, lalu evaluasi secara rutin.
Bisnis yang berkembang bukan selalu bisnis yang mempunyai target paling tinggi, tetapi bisnis yang tahu apa yang ingin dicapai, memahami langkah yang harus dilakukan, dan mau mengevaluasi perjalanan secara konsisten.
